SOPPENG.PROKONTRANESW.COM-Memasuki tahun ajaran 2026/2027 siswa baru yang akan menempuh jalur pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama siap siap mengocek kantongnya untuk biaya pengadaan baju batik dan olahraga,
Hal ini dimanfaatkan sekolah tersebut sebagai lahan bisnis yang menggiurkan yang tidak terdeteksi oleh publik , bisnis tersebut sangat memberatkan orang tua siswa apalagi kondisi ekonomi saat ini.
Salah satu sekolah menengah pertama di watan Soppeng yakni SMPN 1 Soppeng dibawah kendali Supriadi patok harga pakaian batik 180 ribu baju olahraga 160 cukup mahal dan mencekik orang tua siswa karena diatas harga pasaran,
Salah satu orang tua siswa kepada media ini mengatakan, harga yang dipatok SMPN 1 Soppeng tidak masuk akal dan memberatkan bagi kami.
"harga ini tidak masuk akal dan cukup memberatkan dalam kondisi ekonomi saat ini"ucapnya
Lanjut kata dia,dana yang harus disiapkan diantara baju putih biru 250 Pramuka 250,olahraga 160
batik 180 belum topi,buku, sepatu dan dasi,"pungkasnya
Terkait hal itu, kordinator devisi monitoring dan pelaporan Sivil Independen Nasional (SIN) SulSel A.Asis akan melayangkam surat ke Dinas Pendidikan dan Bupati kabupaten Soppeng terkait pengadaan batik seragam dan baju olahraga yang dinilai cukup mahal.hal Ini harus ditindak lanjuti berdasarkan laporan masyarakat.
"Bisnis terselubung untuk siswa baru di SMPN 1 Soppeng yang memberat kan segera kami adukan ke Kadis Pendidikan dan Bupati Soppeng" Tegas A.Asis
Sampai berita ini di publis belum dikonfirmasi pihak SMPN 1 Soppeng dan sejumlah sekolah SMP di Soppeng yang terdeteksi melakukan hal yang sama akan disomasi.
*Tim Investigasi*
0 Komentar